Sabtu, 28 Juni 2014



BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Sistem komunikasi tidak terlepas dari sistem transmisi, karena informasi yang akan dikirimkan harus mempunyai media untuk terjadinya komunikasi atau sering disebut dengan media transmisi. Dan setiap media transmisi memiliki sistem transmisi yang sesuai dengan karakteristik media tramsmisi.
            Salah satu media transmisi adalah satelit. Satelit pada awalnya dianggap sebagai senjata militer yang berfungsi menjadi pengamat bumi dan media komunikasi militer. Satelit mata-mata ini diusulkan pertama kali oleh ilmuwan Uni Soviet Eropa Timur pada tahun 1953 bernama Sergei Korolev. Sergei Korolev bersama timnya dibawa naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet merancang sputnik 1, yang merupakan satelit pertama yang berhasil diorbitkan pada tanggal 4 Oktober 1957. Kemudian menyusul peluncuran sputnik 2 pada tanggal 3 November 1957 yang membawa awak seekor anjing bernama “Laika”. Namun sampai saat ini Laika tidak pernah kembali, diduga karena Laika telah terbakar akibat pergesekan atmosfir bumi. Setelah penemuan pertamanya berhasil, Korolev ditantang untuk melawan AS untuk mendaratkan manusia di bulan sehingga dia bekerja sangat keras yang kemudian membuatnya menderita berbagai penyakit. Walaupun dokter memperingatkannya untuk tidak bekerja terlalu keras, korolev tetap bersikeras. Ia beralasan bahwa Uni Soviet telah mengeluarkan banyak dana untuk penelitiannya sehingga dia harus menyelesaikannya dan menang dari AS. Namun keberuntungan tidak berpihak kepada Korolev, Dia meninggal pada 14 Januari 1966 sebelum menyelesaikan penelitiannya. Sehingga AS lah yang pertama kali sampai ke bulan tahun 1972.
Tapi Sampai saat ini, penemuan Korolev tersebut tetap menjadi fenomenal yang membuat lahirnya tekhnologi baru seperti GSM dan CDMA. Tekhnologi Nirkabel yang memberikan kemudahan kepada seluruh dunia untuk berkomunikasi tanpa batas.  CDMA (Code Division Multiple Access) adalah karya dari Irwin Mark Jacobs adalah insinyur listrik sekaligus Chairman Of QUALCOMM California Amerika Serikat yang dipatenkan pada November 1989 CDMA dengan frekuensi 800 MHz dan 1900 MHz ini telah mengubah dunia karena merupakan tekhnologi telepon seluler pertama di dunia dan dengan frekuensinya yang tinggi memudahkan untuk berkomunikasi dengan kualitas suara yang bersih. CDMA masuk ke Indonesia pada tahun 2000 dan berdasarkan laporan Finansial Q1 Tahun 2014 CDMA telah mencapai 33,3 juta pengguna (Esia dan Smartfren) dengan omzet RP. 1,1 Trilliun. Sedangkan Irwin Mark Jacobs yang merupakan penemu CDMA masuk kedalam daftar majalah forbes sebagai salah satu tokoh IT terkaya dan terdermawan di dunia dengan kekayaan USD 1,9 Milliar atau setara dengan Rp.21,875 Trilliun.
Setelah CDMA, Group special mobile dari Eropa mengeluarkan produknya yaitu GSM pada tahun 1990 dan doperasikan secara komersil tahun 1992. Friedhelm Hillebrand dari jerman adalah salah satu pelopor GSM sekaligus Pendiri dari Group special mobile Namun Friedhelm hanya dikenal sebagai Tokoh penemu SMS sedangkan pelopor sesungguhnya dari GSM belum diketahui secara jelas. GSM berfrekuensi 900 MHz dan sejak saat itu digunakan di Eropa sebagai Alat komunikasi Nirkabel yang memudahkan aktivitas orang-orang Eropa. Karena Eropa adalah salah satu Negara yang lebih dekat dengan Indonesia dibanding AS perkembangan GSM di Indonesia lebih pesat dibanding CDMA. GSM telah berkembang sejak tahun 1994 di Indonesia dan Tahun 2000 telah memperoleh lisensi dari UU Telekomunikasi. Berdasarkan data Laporan Finansial Q1 Tahun 2014 ada 260,9 juta pengguna GSM di Indonesia dengan omzet Rp.26,6 Trilliun.
Berdasarkan data diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa perkembangan Jaringan dan Telekomunikasi di dunia tidak serta merta terjadi, dibutuhkan pemahaman untuk bisa berkontribusi dalam kemajuan tekhnologi Jaringan dan Telekomunikasi. Indonesia tidak bisa terus-terusan hanya menjadi konsumen sekaligus penonton dari perkembangan Tekhnologi Jaringan dan Telekomunikasi tersebut. Oleh sebab itu, dalam Proposal ini kami akan membahas tentang “Pentingnya Memahami Jaringan Dan Telekomunikasi”. Karena seiring dengan berjalannya waktu pasti akan ada Jaringan dan Telekomunikasi yang lebih canggih lagi. Jika kita ingin ikut menjadi pelopor untuk lahirjanya jaringan dan Telekomunikasi masa depan,  kita harus mengetahui “Pentingnya Memahami Jaringan Dan Telekomunikasi”


B.   TUJUAN
Untuk mengetahui alasan  Pentingnya memahami jaringan dan program telekomunikasi

C.   MANFAAT
            Dengan penyusunan proposal ini diharapkan agar menjadi bahan masukan, informasi, maupun untuk pengembangan materi perkuliahan bagi mahasiswa Bidan A di STIKes Nani Hasanuddin Makassar,Sul-Sel.






BAB II
PEMBAHASAN

Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang  digunakan  dalam  bertelekomunikasi, sehingga pengguna jaringan dapat saling berbagi data, instruksi dan informasi.  Telekomunikasiadalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem  elektromagnetik  lainnya  (UU Telekomunikasi No.36 Tahun 1999). Contoh jaringan telekomunikasi yang banyak ditemukan sehari-hari adalah jaringan radio, televisi, Local Area Network (LAN), dan internet.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka fungsi jaringan telekomunikasi adalah untuk menghubungkan perangkat komunikasi satu dengan peralatan komunikasi yang lain, sehingga informasi yang disimpan secara elektronis dikirimkan dari satu perangkat telekomunikasi ke perangkat yang lain.

1.    Satelit
a.      Pengertian Satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alami dan satelit buatan.
b.      Alasan-alasan Menggunakan Satelit
1)      Cakupan yang luas : satu Negara, region, ataupun satu benua
2)      Bandwith yang tersedia cukup leba
3)       Independen dan infrastuktur terrestia
4)      instalasi jaringan segmen Bumi yang sangat cepat
5)      Biaya relatif rendah per site
6)      karakteristik layanan yang seragam
7)      layanan total hanya dari satu provider
8)      layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi
2.    GSM
a.      Pengertian GSM
Global System for Mobile Communication (GSM mulanya singkatan dari Groupe Spécial Mobile) adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
b.      Alasan-alasan menggunakan GSM
Dari sudut pandang konsumen, keuntungan dari layanan GSM yuaitu rendah-biaya. Sebagai contoh, pesan teks pada awalnya dikembangkan untuk GSM. Keuntungan bagi operator telah menjadi biaya rendah infrastruktur yang disebabkan oleh persaingan terbuka. Kerugian utama adalah bahwa sistem ini didasarkan pada jaringan GSM TDMA, yang dianggap kurang maju daripada pesaing CDMA. Kinerjanya sangat mirip, namun sistem GSM telah mempertahankan kompatibilitas dengan ponsel GSM yang asli. Pada saat yang sama, GSM terus tumbuh dengan pengenalan sistem GPRS

3.    CDMA
a.         Pengertian CDMA
Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.
b.    Alasan-alasan menggunakan CDMA
                               Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :
1. Tidak membutuhkan equalizer
Bila laju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.
2. Satu radio per site
Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.

3. Tidak membutuhkan guard time dan guard band
Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.

4. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.

5. Soft capasity
Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.

6. Soft handoff
Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.

7. Proteksi dari penyadapan dan jamming.
Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.

8. Untuk Personal Communication Service (PCS)
adalah kemampuannya untuk mengakomodasi banyak user pada waktu dan frekuensi yang sama.


















DAFTAR PUSTAKA

Fauzi Rahmad, Suherman, 2006, “Jaringan Telekomunikasi”,Departemen eknik Elektro, Medan, Hal 131-153. Green DC,1995, “Komunikasi Data”,ANDI, Yogyakarta.

Stallings William, 2001, “Komunikasi Data dan Komputer”, Salemba Teknika, Jakarta, Hal 241-275, 391-420.

Ariyus Dony, Rum Andri K.R, 2008, “Komunikasi Data”,ANDI, Yogyakarta, Hal 259-303.

Egon Larsen,1981, “Penemuan Dari Masa Ke Masa, Djambatan, Hal.193-194

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan sisipkan komentar sebagai bahan masukan untuk admin