BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Sistem komunikasi tidak terlepas dari sistem transmisi,
karena informasi yang akan dikirimkan harus mempunyai media untuk terjadinya
komunikasi atau sering disebut dengan media transmisi. Dan setiap media
transmisi memiliki sistem transmisi yang sesuai dengan karakteristik media
tramsmisi.
Salah
satu media transmisi adalah satelit. Satelit pada awalnya dianggap sebagai
senjata militer yang berfungsi menjadi pengamat bumi dan media komunikasi
militer. Satelit mata-mata ini diusulkan pertama kali oleh ilmuwan Uni Soviet
Eropa Timur pada tahun 1953 bernama Sergei Korolev. Sergei Korolev bersama
timnya dibawa naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet merancang sputnik 1,
yang merupakan satelit pertama yang berhasil diorbitkan pada tanggal 4 Oktober
1957. Kemudian menyusul peluncuran sputnik 2 pada tanggal 3 November 1957 yang
membawa awak seekor anjing bernama “Laika”. Namun sampai saat ini Laika tidak
pernah kembali, diduga karena Laika telah terbakar akibat pergesekan atmosfir
bumi. Setelah penemuan pertamanya berhasil, Korolev ditantang untuk melawan AS
untuk mendaratkan manusia di bulan sehingga dia bekerja sangat keras yang
kemudian membuatnya menderita berbagai penyakit. Walaupun dokter
memperingatkannya untuk tidak bekerja terlalu keras, korolev tetap bersikeras.
Ia beralasan bahwa Uni Soviet telah mengeluarkan banyak dana untuk
penelitiannya sehingga dia harus menyelesaikannya dan menang dari AS. Namun
keberuntungan tidak berpihak kepada Korolev, Dia meninggal pada 14 Januari 1966
sebelum menyelesaikan penelitiannya. Sehingga AS lah yang pertama kali sampai
ke bulan tahun 1972.
Tapi
Sampai saat ini, penemuan Korolev tersebut tetap menjadi fenomenal yang membuat
lahirnya tekhnologi baru seperti GSM dan CDMA. Tekhnologi Nirkabel yang
memberikan kemudahan kepada seluruh dunia untuk berkomunikasi tanpa batas. CDMA (Code Division Multiple Access) adalah karya dari Irwin
Mark Jacobs adalah insinyur listrik sekaligus Chairman Of QUALCOMM California
Amerika Serikat yang dipatenkan pada November 1989 CDMA dengan frekuensi 800
MHz dan 1900 MHz ini telah mengubah dunia karena merupakan tekhnologi telepon
seluler pertama di dunia dan dengan frekuensinya yang tinggi memudahkan untuk
berkomunikasi dengan kualitas suara yang bersih. CDMA masuk ke Indonesia pada
tahun 2000 dan berdasarkan laporan Finansial Q1 Tahun 2014 CDMA telah mencapai
33,3 juta pengguna (Esia dan Smartfren) dengan omzet RP. 1,1 Trilliun.
Sedangkan Irwin Mark Jacobs yang merupakan penemu CDMA masuk kedalam daftar
majalah forbes sebagai salah satu tokoh IT terkaya dan terdermawan di dunia
dengan kekayaan USD 1,9 Milliar atau setara dengan Rp.21,875 Trilliun.
Setelah CDMA, Group
special mobile dari Eropa mengeluarkan produknya yaitu GSM pada tahun 1990 dan
doperasikan secara komersil tahun 1992. Friedhelm Hillebrand dari jerman adalah
salah satu pelopor GSM sekaligus Pendiri dari Group special mobile Namun
Friedhelm hanya dikenal sebagai Tokoh penemu SMS sedangkan pelopor sesungguhnya
dari GSM belum diketahui secara jelas. GSM berfrekuensi 900 MHz dan sejak saat
itu digunakan di Eropa sebagai Alat komunikasi Nirkabel yang memudahkan
aktivitas orang-orang Eropa. Karena Eropa adalah salah satu Negara yang lebih
dekat dengan Indonesia dibanding AS perkembangan GSM di Indonesia lebih pesat
dibanding CDMA. GSM telah berkembang sejak tahun 1994 di Indonesia dan Tahun
2000 telah memperoleh lisensi dari UU Telekomunikasi. Berdasarkan data Laporan
Finansial Q1 Tahun 2014 ada 260,9 juta pengguna GSM di Indonesia dengan omzet
Rp.26,6 Trilliun.
Berdasarkan data diatas,
kita bisa menarik kesimpulan bahwa perkembangan Jaringan dan Telekomunikasi di
dunia tidak serta merta terjadi, dibutuhkan pemahaman untuk bisa berkontribusi
dalam kemajuan tekhnologi Jaringan dan Telekomunikasi. Indonesia tidak bisa
terus-terusan hanya menjadi konsumen sekaligus penonton dari perkembangan
Tekhnologi Jaringan dan Telekomunikasi tersebut. Oleh sebab itu, dalam Proposal
ini kami akan membahas tentang “Pentingnya Memahami Jaringan Dan Telekomunikasi”.
Karena seiring dengan berjalannya waktu pasti akan ada Jaringan dan
Telekomunikasi yang lebih canggih lagi. Jika kita ingin ikut menjadi pelopor
untuk lahirjanya jaringan dan Telekomunikasi masa depan, kita harus mengetahui “Pentingnya Memahami Jaringan Dan Telekomunikasi”
B. TUJUAN
Untuk mengetahui alasan Pentingnya
memahami jaringan dan program telekomunikasi
C.
MANFAAT
Dengan
penyusunan proposal ini diharapkan agar menjadi bahan masukan, informasi,
maupun untuk pengembangan materi perkuliahan bagi mahasiswa Bidan A di STIKes
Nani Hasanuddin Makassar,Sul-Sel.
BAB
II
PEMBAHASAN
Jaringan telekomunikasi
adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan
dalam bertelekomunikasi, sehingga
pengguna jaringan dapat saling berbagi data, instruksi dan informasi. Telekomunikasiadalah setiap pemancaran,
pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda,
isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio,
atau sistem elektromagnetik lainnya
(UU Telekomunikasi No.36 Tahun 1999). Contoh jaringan telekomunikasi
yang banyak ditemukan sehari-hari adalah jaringan radio, televisi, Local Area
Network (LAN), dan internet.
Berdasarkan pengertian
tersebut, maka fungsi jaringan telekomunikasi adalah untuk menghubungkan
perangkat komunikasi satu dengan peralatan komunikasi yang lain, sehingga informasi
yang disimpan secara elektronis dikirimkan dari satu perangkat telekomunikasi
ke perangkat yang lain.
1.
Satelit
a. Pengertian
Satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit
benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit
yakni satelit
alami dan satelit
buatan.
b. Alasan-alasan Menggunakan Satelit
1)
Cakupan yang luas : satu Negara,
region, ataupun satu benua
2)
Bandwith yang tersedia cukup leba
3)
Independen dan infrastuktur terrestia
4)
instalasi jaringan segmen Bumi yang
sangat cepat
5)
Biaya relatif rendah per site
6)
karakteristik layanan yang seragam
7)
layanan total hanya dari satu
provider
8)
layanan mobile/wireless yang
independen terhadap lokasi
2.
GSM
a. Pengertian
GSM
Global System for Mobile Communication (GSM mulanya singkatan dari Groupe Spécial Mobile)
adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak,
khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi
berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular
yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
b. Alasan-alasan
menggunakan GSM
Dari sudut pandang
konsumen, keuntungan dari layanan GSM yuaitu rendah-biaya. Sebagai contoh,
pesan teks pada awalnya dikembangkan untuk GSM. Keuntungan bagi operator telah
menjadi biaya rendah infrastruktur yang disebabkan oleh persaingan terbuka.
Kerugian utama adalah bahwa sistem ini didasarkan pada jaringan GSM TDMA, yang
dianggap kurang maju daripada pesaing CDMA. Kinerjanya sangat mirip, namun
sistem GSM telah mempertahankan kompatibilitas dengan ponsel GSM yang asli.
Pada saat yang sama, GSM terus tumbuh dengan pengenalan sistem GPRS
3.
CDMA
a.
Pengertian CDMA
Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk
pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada
TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun
dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan
dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk
melakukan pemultipleksan.
b. Alasan-alasan menggunakan CDMA
Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan
dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :
1. Tidak membutuhkan equalizer
Bila laju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.
2. Satu radio per site
Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.
3. Tidak membutuhkan guard time dan guard band
Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.
4. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.
5. Soft capasity
Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.
6. Soft handoff
Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.
7. Proteksi dari penyadapan dan jamming.
Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.
8. Untuk Personal Communication Service (PCS)
adalah kemampuannya untuk mengakomodasi banyak user pada waktu dan frekuensi yang sama.
1. Tidak membutuhkan equalizer
Bila laju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.
2. Satu radio per site
Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.
3. Tidak membutuhkan guard time dan guard band
Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.
4. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.
5. Soft capasity
Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.
6. Soft handoff
Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.
7. Proteksi dari penyadapan dan jamming.
Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.
8. Untuk Personal Communication Service (PCS)
adalah kemampuannya untuk mengakomodasi banyak user pada waktu dan frekuensi yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Fauzi Rahmad, Suherman, 2006, “Jaringan
Telekomunikasi”,Departemen eknik Elektro, Medan, Hal 131-153. Green DC,1995,
“Komunikasi Data”,ANDI, Yogyakarta.
Stallings William, 2001, “Komunikasi Data dan
Komputer”, Salemba Teknika, Jakarta, Hal 241-275, 391-420.
Ariyus Dony, Rum Andri K.R, 2008, “Komunikasi
Data”,ANDI, Yogyakarta, Hal 259-303.
Egon Larsen,1981, “Penemuan Dari Masa Ke Masa,
Djambatan, Hal.193-194
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan sisipkan komentar sebagai bahan masukan untuk admin